BANTUL, Sinarpagi.id, – Pemilihan Lurah (Pilur) serentak Kabupaten Bantul Tahun 2026 akan digelar di 30 kalurahan pada awal Oktober 2026. Salah satu kalurahan yang akan melaksanakan pesta demokrasi tingkat kalurahan tersebut adalah Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan
Calon Lurah Tamantirto nomor urut 2, Slamet Waluyo, saat ditemui pada Rabu (23/9/2026), mengungkapkan bahwa keputusannya untuk maju dalam Pemilihan Lurah (Pilur) Tamantirto 2026 tidak terlepas dari adanya dorongan dan dukungan dari masyarakat.
Slamet mengatakan, dirinya telah mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk mengikuti kontestasi Pilur 2026. Ia menegaskan bahwa motivasi utamanya maju sebagai calon lurah bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Kesiapan saya untuk mencalonkan diri mengikuti Pilur 2026 adalah kesiapan lahir dan batin. Modal saya hanya pengabdian serta menyiapkan program-program yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membawa warga Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, menjadi lebih baik,” ujar Slamet.
Ia menjelaskan, program pemerintahan Kalurahan Tamantirto yang selama ini telah berjalan dengan baik akan terus dilanjutkan. Sementara program yang masih memiliki kekurangan akan dievaluasi dan dibenahi agar pelaksanaannya ke depan dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat.
“Kami akan melanjutkan program-program pemerintahan kalurahan sebelumnya yang sudah berjalan baik. Sedangkan yang masih memiliki kekurangan akan kami evaluasi dan benahi agar menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.
Dalam pencalonannya, Slamet Waluyo mengusung visi “Tamantirto Berbudaya, Rukun dan Sejahtera.” Menurutnya, visi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat Tamantirto untuk terus melestarikan budaya, menjaga kerukunan antarwarga, serta bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara untuk mewujudkan visi tersebut, Slamet mengatakan misi dan program kerja nantinya akan disusun bersama tim dengan melibatkan masyarakat. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menyerap aspirasi warga secara langsung, sehingga program yang dirancang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan yang terbuka antara pemerintah kalurahan dengan masyarakat. Menurutnya, tidak boleh ada sekat antara lurah dan warga dalam menjalankan pemerintahan maupun memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Karena salah satu program saya adalah tidak ada sekat antara lurah dengan masyarakat. Tujuan saya mencalonkan diri mengikuti Pilur adalah untuk pengabdian. Bagi saya, jabatan lurah merupakan amanah dari masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya. (Red Jogya)












