H. Misnawi, S.Pd., calon Lurah Sitimulyo No. Urut 3: Siapkan Program Pemerataan Pembangunan dan Penguatan UMKM

H. Misnawi, S.Pd., calon Lurah Sitimulyo No. Urut 3: Siapkan Program Pemerataan Pembangunan dan Penguatan UMKM

H. Misnawi, S.Pd., calon Lurah Sitimulyo No. Urut 3: Siapkan Program Pemerataan Pembangunan dan Penguatan UMKM
Foto: H. Misnawi, S.Pd., calon Lurah Sitimulyo No. Urut 3

BANTUL, Sinarpagi.id – Pemilihan Lurah (Pilur) Kelurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, mulai memasuki tahapan persiapan para calon.

Salah satu kandidat, H. Misnawi, S.Pd., calon Lurah Sitimulyo nomor urut 3, menyampaikan sejumlah gagasan dan program yang menurutnya ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat apabila nantinya mendapatkan amanah memimpin Kelurahan Sitimulyo. Hal tersebut disampaikan Misnawi saat ditemui di kantornya pada Selasa (22/9/2026).

Menurut Misnawi, terdapat sejumlah hal mendasar yang perlu mendapatkan perhatian Pemerintah Kelurahan, terutama berkaitan dengan pelayanan administrasi, pertanahan, serta pemerataan pembangunan dan infrastruktur.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah perhatian dari Pemerintah Kelurahan, terutama dalam urusan administrasi agar dipermudah, urusan pertanahan juga dipermudah, serta pembangunan dan infrastruktur dilakukan secara merata,” ujar Misnawi.

Ia mengatakan, untuk mewujudkan sejumlah program tersebut diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk partai politik yang ada di Kabupaten Bantul.

Menurut Misnawi, kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang dukungan terhadap program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kalurahan.

Selain pembangunan infrastruktur, Misnawi juga menaruh perhatian pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat Sitimulyo.

Ia menggagas penyediaan ruang atau tempat yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan UMKM. Selain menyediakan tempat, produk masyarakat juga akan didorong untuk dipasarkan melalui berbagai saluran, baik secara daring (online) maupun dengan mempertemukan pelaku UMKM dengan pengusaha sesuai bidang usaha yang dikembangkan.

“Kami akan membantu memasarkan produk UMKM, baik melalui online maupun dengan mendatangkan pengusaha yang sesuai dengan bidang UMKM yang ada di masyarakat,” katanya.

Menurut dia, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat. Pemasaran dan akses terhadap pasar juga menjadi bagian penting agar produk masyarakat dapat berkembang.

Misnawi juga menyampaikan rencana pemanfaatan potensi sumber daya yang ada di wilayah Kelurahan Sitimulyo. Salah satunya adalah sentra produksi batu bata.

Ia mengatakan, ke depan para pelaku usaha batu bata dapat dibantu dengan peralatan atau mesin yang diharapkan mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha.

“Nanti kami bantu carikan mesin sehingga biaya produksi lebih murah”, paparnya.

Selain sektor ekonomi, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi salah satu perhatian yang masuk dalam gagasan programnya.

Misnawi mengusulkan pemilahan sampah dari sumbernya dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.

Sampah anorganik, menurut dia, dapat memiliki nilai ekonomi dan dijual kembali oleh masyarakat. Sementara sampah organik dapat diolah menjadi pupuk atau dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu, sehingga pengelolaan sampah di tingkat masyarakat menjadi lebih produktif.

“Harapannya, di wilayah Sitimulyo nantinya tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” ujarnya

Misnawi menegaskan, setiap program yang akan dijalankan harus direncanakan secara matang. Menurutnya, setidaknya terdapat empat hal yang perlu diperhatikan sebelum sebuah program dilaksanakan, yakni ketersediaan anggaran, cara menjalankan program, cara merawat program, serta berkelanjutan.

“Kalau akan membuat program, harus ada dananya, bagaimana cara menjalankannya, bagaimana cara merawatnya, dan harus berkesinambungan,” jelasnya.

Ia memberikan contoh program peningkatan konsumsi ikan di tengah masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak cukup hanya berupa imbauan kepada warga agar gemar makan ikan, tetapi harus disertai langkah nyata untuk memastikan ketersediaan ikan.

“Misalnya membuat program supaya masyarakat gemar makan ikan. Ya harus ada ikannya. Bagaimana caranya? Warga kita buatkan kolam ikan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan ikan,” tuturnya.

Misnawi menekankan bahwa setiap program yang dirancang pemerintah kalurahan harus memiliki target dan hasil yang jelas. Ia mengingatkan agar anggaran tidak digunakan untuk program yang tidak memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Program harus punya output yang jelas. Jangan berspekulasi dengan program dan jangan membuang uang sia-sia. Kalau program besar tidak bisa tercapai, lebih baik program kecil tetapi manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya. (Red Jogya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *